Sunday, May 9, 2010

Hore menang, dapet piala lagi.......!!!!


Kemarin hari Sabtu 8 Mei 2010, menjadi hari yang cukup bermakna sekaligus menggelikan buat aku, sebenernya hari itu tidak hanya bermakna buat aku saja, namun bagi seluruh anggota English DebateSociety (EDS) UNY. Satu kata yang tak henti-hentinya terucap dari bibirku ialah rasa syukur dan Alhamdulillah atas segala kejadian yang kita alami hari itu.

Ini cerita selengkapnya. Di kampusku aku memang sering terlibat dalam aktifitas kegiatan kampus khususnya berkaitan dengan bahasa asing dan debat bahasa Inggris khususnya. Memang aku berkecimpung di dunia debat bahasa Inggris sejak aku masih SMA dan aku lanjutkan di tingkat perguruan tinggi hingga sekarang, sebab aku merasa mendapatkan manfaat yang banyak banget dari kegiatan yang satu ini. Perlombaan debatpun sudah banyak yang aku ikuti dan aku memenangkan beberapa diantaranya. Namun satu hal yang sama sekali belum pernah perbayangkan di otakku adalah : menjadi pemenang di sebuah kompetisi debat bahasa Inggris tentang isi kandungan Al-quran.

Tiap tahun kampusku aktif mengirimkan wakil-wakilnya ke ajang MTQ tingkat nasional, ajang kompetisi bergengsi yang memperlombakan berbagai jenis lomba dan keahlian yang berhubungan dengan Islam, seperti membaca Al-quran, menulis kaligrafi ayat Al-quran, cerdas-cermat agama Islam, debat bahasa Arab tentang kandungan Al-quran, dan lain-lainnya. Untuk menghadapi MTQ tahun depan di Makasar, kampusku melalui Unit Kerohanian Islam mengadakan perlombaan untuk mempersiapkan mahasiswa-mahasiswinyalum terjun mewakili UNY ke tingkat nasional, sehingga diadakanlah kompetisi kecil di tingkat kampus.

Awalnya aku sama sekali tidak tertarik dengan kompetisi ini, meskipun di dalamnya memperlombakan cabang debat bahasa Inggris sebab terdapat sesuatu yang masih mengganjal dan menjadi pertanyaan besar pada waktu itu ialah tentang perbedaan debat bahasa Inggris di kompetisi MTQ ini dengan debat bahasa Inggris yang sudah pernah aku ikuti sebelumnya. Terlebih aku menyadari bahwa aku bukan orang yang agamis sehingga penguasaan dan bacaan Al-quran aku pun masih jauh dari baik. Padahal yang saya ketahui dari kompetisi debat bahasa Inggris ini ialah para peserta harus mampu mengkombinasikan antara argument dalam bahasa Inggris dengan pernyataan-pernyataan yang diperkuat dengan ayat-ayat Al-quran dan hadist Nabi.

Entah mengapa tiba-tiba terdapat dorongan semangat untuk mencoba mengikuti kompetisi ini. Intinya modal nekat waktu itu, tanpa pikir panjang langsung aku cari teman yang mau aku ajak bergabung sebagai teman satu tim dan kemudian aku daftarkan tim aku. Kebetulan pendaftraannya gratis jadi tidak terlalu bermasalah bagi dompet yang kebetulan saat itu juga sedang mengalami masalah keuangan (he..he..)

Setelah technical meeting, esoknya kompetisi dimulai, debat demi debat berlansung, sampai akhirnya tim ku masuk ke babak akhir, yakni babak FINAL (wow). Sama sekali tidak menyangka, aku orang yang tidak begitu memahami Al-quran secara keseluruhan bisa masuk ke babak FINAL di kompetisi yang mayoritas pesertanya adalah orang yang paham dan mahir Al-quran. Herannya 3 dari 4 tim yang bertanding di babak FINAL ialah anggota EDS yang rata-rata juga tidak terlalu menguasai kandungan Al-quran dan Hadist, sungguh luar biasa jalan-Nya kepada kita anggota EDS UNY.

Akhirna babak FINAL usai, para juri berdiskusi untuk menentukan juara 1 sampai 3, dan tanpa bisa diprediksi sebelumnya, aku dan temang satu timku berhasil menjadi juara pertama, sedangkan juara kedua sampai ketiga diraih oleh teman anggota EDS yang lain, itu artinya EDS UNY menyabet juara pertama sampai ketiga di cabang debat bahasa Inggris kali ini.

Selain trophy, masing-masing juara mendapat hadiah uang tunai. Ini yang masih membuat aku terus bersuyukur hingga sekarang, sebab disaat aku membutuhkan uang untuk sebuah kebutuhan dengan jumlah yang cukup besar, Allah SWT tetap memberikan jalan keluar yang tidak diduga-duga.

Apa yang aku dapat dari pengalamanku hari itu :
1)Allah SWT masih sangat sayang kepadaku, ia tetap membantuku meskipun aku selama ini bukan orang yang patuh menjalankan perintah-Nya seperti shallat 5 waktu dan tadarus Al-quran. Mungkin ini salah satu cara untuk mengingatkanku supaya lebih dekat dengan-Nya

2)Besyukur itu wajib, sebab dengan cara bersyukur kamu akan tetap percaya bahwa terdapat begitu banyak orang yang masih memiliki nasib yang tidak sebaik denganmu, selain itu dengan bersyukur kamu akan terhindar dari sifat sombong dan takabur dan akan membuat kamu untuk terus berusaha dekat dengan Sang Pencipta.

No comments: